cerita perjalanan hidup
anak remaja, aku telah menamatkan sekolah SMA 5 Surabaya tepatnya pada
tahun 1999, Tentu suasana haru menyelimuti perpisahan sekolah bersama
teman-teman saya seperjuang di SMA 5 surabaya, salah satunya adalah
riyansah fudin teman sebangku saya di Jurusan Bahasa inggis.Kesedihan
saya menyelimuti hari-hari saya, ibu saya tidak mampu membiyayai sampai
kejenjang bangku perkuliahan. saya merasa terpukul dan malu ketika
perpapasan dengan teman-teman saya. Tiap hari saya bangun pagi sholat
dan menyiapkan perbekalan saya untuk menggembala sapi. Terkadang hujan
deras dan mendinginkan tubuhku ini, terkadang panas matahari menyengat
kulit saya sampai kulit menghitam..Kisah Perjalanan Hidup
Sinar matahari bergegas menutup sinarnya
di ujung barat, kini saya bergegas pulang menyusuri sawah yang
rumput-rumputnya yang indah. Malam hari di rumah saya, kutatapi langit
malam yang di bungkus dengan ribuan bintang yang menempel di sudut
langit yang indah. Ibu saya duduk dan sambil mengunyah daun sirih yang
mengenakan.
hampir dua tahun sudah saya berkelana bersama si sapi, apakah pernah terlintas dibayanganmu sampai kapan saya harus begini, melintasi sawah bahkan luput gunung-gunung kulintasi bersama si sapi,
hampir dua tahun sudah saya berkelana bersama si sapi, apakah pernah terlintas dibayanganmu sampai kapan saya harus begini, melintasi sawah bahkan luput gunung-gunung kulintasi bersama si sapi,
tetesan air mata saya mengalir bagaikan air hujan, nafasku bagaikan hembusan angin)
IBU berkata: nak, kita ini orang tidak punya, apakah kamu tidak ikhlas membantu ibumu ini menggembalakan si sapi? hanya ini yang di wariskan oleh bapakmu sebelum dia meninggalkan kita untuk selamanya. kamu itu nak, adalah permata hati ibu. satu-satunya, pemberian dari Allah itu adalah kamu nak, kita ini sedang diuji, hujar ibu saya, ibu saya berhenti mengunyah daun sirih, dan ibu saya menangis dan matanya bercucuran air mata)
IBU berkata: nak, kita ini orang tidak punya, apakah kamu tidak ikhlas membantu ibumu ini menggembalakan si sapi? hanya ini yang di wariskan oleh bapakmu sebelum dia meninggalkan kita untuk selamanya. kamu itu nak, adalah permata hati ibu. satu-satunya, pemberian dari Allah itu adalah kamu nak, kita ini sedang diuji, hujar ibu saya, ibu saya berhenti mengunyah daun sirih, dan ibu saya menangis dan matanya bercucuran air mata)
saya: minta maafbu anakmu ini, banyak keibu (kupeluk dan ibu saya menangis)
IBU berkata: percayallah, suatu saat nanti kamu akan mendapatkan kebahagian yang haqiqi dari sang pencipta ialah Allah SWT, kita tidak akan dikasih ujian selama ujian itu belum bisa kita lalui (membisikkan di telinga kananku saya) sekarang kamu tidur dulu ya nak, (ibu mengelus kepala saya)
kata saya; ya bu, saya tidur dulu ya, ibu juga harus tidur ya ( membalas mencium tangan ibunya, sambil matanya dtutup)
IBU berkata: percayallah, suatu saat nanti kamu akan mendapatkan kebahagian yang haqiqi dari sang pencipta ialah Allah SWT, kita tidak akan dikasih ujian selama ujian itu belum bisa kita lalui (membisikkan di telinga kananku saya) sekarang kamu tidur dulu ya nak, (ibu mengelus kepala saya)
kata saya; ya bu, saya tidur dulu ya, ibu juga harus tidur ya ( membalas mencium tangan ibunya, sambil matanya dtutup)
Kurakitkan impian-impian yang indah
dalam tidur saya, malam yang sunyi. Suara kodok berbunyi di sebelah
rumahku, menjaga tidurku yang terlelap dari kelelahan akan pekerjaan
saya sebagai penggembala sapi.
biasanya, tiap menjelang pagi saya sholat dan berdoa kepada allah yang maha kuasa, setelah shotat saya siap-siap untuk menyusuru sawah yang indah bersama Sisapi. Berbekal nasi putih, berlauk garam dan asam goreng yang terbungkus rapat di dalam daun pisang menempel erat dipundakku.
sang fajar pun dengan cepat begerak meninggalkanku, tentu disambut hangat oleh matahari siang hari, aura akan panasnya bagaikan merobek kulitku. Seketika saya rebahkan tubuh ini dibawah pohon yang tegak berdiri di sebelah rumput-rumput sawah yang indah. saya elus-eluskan tanduk Si sapi, sambil kudendangkan suara burung-burung yang berkicau. walaupun tubuhku ini cuman di hiasi kain biasa dengan kerangka yang di lapisi kulit yang mulai menghitam, jatuh juga butiran-butiran air mata. Suara sapa yang begitu lembut menyentuh gendang telingaku,
merdunya suara itu seakan-akan saya dibelai dalam alam mimpi. Kini kuberdiri mencari sumber suara itu, siapakah gerangan yang menyapaku, bola mataku kupermainkan menatap seluruh sudut sawah indah itu. matahari mau tenggelam dan saya bergegas pulang kerumah takut ibu mencari saya..itulah cerita perjalanan Hidup anak remaja yang tidak mampu untuk bersekolah karna tidak mampu orang duanya.
biasanya, tiap menjelang pagi saya sholat dan berdoa kepada allah yang maha kuasa, setelah shotat saya siap-siap untuk menyusuru sawah yang indah bersama Sisapi. Berbekal nasi putih, berlauk garam dan asam goreng yang terbungkus rapat di dalam daun pisang menempel erat dipundakku.
sang fajar pun dengan cepat begerak meninggalkanku, tentu disambut hangat oleh matahari siang hari, aura akan panasnya bagaikan merobek kulitku. Seketika saya rebahkan tubuh ini dibawah pohon yang tegak berdiri di sebelah rumput-rumput sawah yang indah. saya elus-eluskan tanduk Si sapi, sambil kudendangkan suara burung-burung yang berkicau. walaupun tubuhku ini cuman di hiasi kain biasa dengan kerangka yang di lapisi kulit yang mulai menghitam, jatuh juga butiran-butiran air mata. Suara sapa yang begitu lembut menyentuh gendang telingaku,
merdunya suara itu seakan-akan saya dibelai dalam alam mimpi. Kini kuberdiri mencari sumber suara itu, siapakah gerangan yang menyapaku, bola mataku kupermainkan menatap seluruh sudut sawah indah itu. matahari mau tenggelam dan saya bergegas pulang kerumah takut ibu mencari saya..itulah cerita perjalanan Hidup anak remaja yang tidak mampu untuk bersekolah karna tidak mampu orang duanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar